Upaya PDC Membantu Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Rohil : Sampah kelapa sawit jadi Duit

ROKANTV.COM, Rokan Hilir – kabupaten Rokan Hilir merupakan wilayah paling Utara di Provinsi Riau dan memiliki potensi luar biasa sebagai  penghasil minyak kelapa sawit. Di satu sisi, banyaknya tanaman sawit di areal perkebunan di Kecamatan Bangko Pusako menjadi potensi pendapatan masyarakat. namun pada sisi lain meninggalkan sejumlah permasalahan lingkungan seperti limbah yang berserakan, Sehingga menjadi menumpuk dan membusuk.

Melihat kondisi tersebut Pertamina PDC tergerak untuk mengubah kondisi yang ada menjadi sesuatu yang berharga. PDC yakin limbah Kelepah dan daun sawit yang tampak tergeletak berserak menjadi sampah dapat diolah menjadi rupiah.

Oleh sebab itu PDC memberikan pelatihan diantara kurang lebih dari 50 orang dilatih dalam mengolah sampah menjadi bernilai tambah bagi masyarakat, Kepada mereka Pertamina PDC mengajarkan agar sampah pelepah sawit tersebut dimanfaatkan untuk menjadi berbagai barang kerajinan (handy craft), seperti menjadi pupuk kompos dan lain sebagainya sehingga menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Oleh sebab itu pihak PDC melaksanakan kegiatan pelatihan selama 1 minggu mulai dari tanggal 8 -15 Agustus 2022, dilanjutkan dengan pendampingan usaha selama beberapa bulan ke depan.

Dengan adanya Program masyarakat menyambut dengan antusias cukup baik, karena masyarakat mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk tambahan pendapatan dan kesejahteraan bagi mereka. Terlihat Berbagai barang kerajinan yang dibuat seperti sapu lidi, tempat tissue, piring, keranjang dan lain sebagainya didapat dari lidi yang telah diserut dari pelepah kelapa sawit.

Sementara daun sawitnya dicacah dan diolah menjadi pupuk kompos yang dapat kemudian dimanfaatkan untuk menambah kesuburan tanaman produksi ataupun dijual langsung kepada konsumen yang membutuhkan, terlebih di tengah-tengah keterbatasan ketersediaan pupuk di pasaran dan memiliki harga yang cukup tinggi.

dengan demikian Nasoha salah satu dari tokoh Masyarakat Bangko Mukti, mengucapakan terima kasih  banyak yang tak terhingga kepada Pertamina PDC yang memberi perhatian dan andil dalam membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya.

“Saat ini petani kesulitan dalam meningkatkan nilai jual lidi sawit, di mana perharinya ibu-ibu petani hanya mampu menghasilkan Rp. 15.000,-/hari dari hasil rautan tangan manual dan itupun sangat minim pembelinya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Camat Bangko Pusaka Kabupaten Rohil, Drs. Adnan, yang  mengapresiasi program Pertamina PDC telah memberikan solusi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

“Ini merupakan solusi yang sangat efektif dan pas, dan program seperti inilah sesungguhnya  yang kami butuhkan, tidak hanya bantuan langsung, tetapi juga warga kami diberikan ilmu dan teknologi yang tepat guna, yang pas dengan permasalahan yang ada di lapangan”,
Ucap Adnan Sewaktu melakukan pembukaan kegiatan pelatihan di Desa Bangko, pada Senin (08/08/2022).

Corporate Secretary Pertamina PDC Budhi Kristianto mengatakan bahwa progam CSR ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan ucapan terima kasih kami kepada masyarakat Bangko Mukti yang mendukung kegiatan pekerjaan sehingga berjalan dengan lancar.

Lebih lanjut Budhi Mengatakan, “PDC berkomitmen bahwa di Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan selama kurang lebih 1 minggu yang dilaksanakan dari tanggal 8 -15 Agustus 2022, yang dilanjutkan dengan pendampingan usaha selama beberapa bulan kedepan.

Dia juga menjelaskan Dimanapun perusahaan beroperasi harus bisa memberi manfaaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitarnya”.
“Kami terbuka menerima inovasi dan teknologi baru untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Sehingga hadirnya Pertamina PDC menjadi mitra sejajar dengan masyarakat yang secara berkelanjutan membangun dan menciptakan ide-ide kreatif baru”, tutup Budhi Kristianto.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Rokan hilir ,Riau. yang turut serta mendukung kegiatan ini dari awal sampai akhir dan dihadiri pula oleh para Tenaga Penyuluh Lapangan (PPL) yang juga sekaligus menjadi narasumber kegiatan. ( Syawal )